Powered By Blogger

Minggu, 09 Februari 2014

Hieben Negeri Jajahanku

Dulu aku adalah manusia , aku adalah pejabat tinggi Netherland tapi saat sekarang sedang bercerita ini aku bukan lagi seperti kalian yang kuingat ketika aku masih menjadi kalian adalah ketika tentara nippon menggerebek rumahku dan suara senjata api dimana-mana hanya itu yang ingat . dulu aku memang penjajah negeri ini , Hieben .Tapi sekarang , ketika aku melihat semua ini rasanya aku tidak perlu menjajahnya lagi . tidak perlu ada yang kubunuh lagi karena semua orang mati dengan sendirinya . ada yang mati kelaparan , kedinginan ah banyak lagi . Ketika aku sedang berjalan-jalan ada sebuah gedung yang berdiri tegak dengan tulisan KPK aku pikir itu adalah Komisi Penyelewengan Korupsi karena banyak sekali korupsi di negeri ini . Tapi waktu aku lihat tulisan kecil dibawahnya dalah Komisi Pemberantsan Korupsi .. Oh kelompok pemberantas korupsi toh . kemudian aku berjalan lagi akhirnya aku kelelahan . Hantu juga mahluk ciptaan tuhan jadi punya rasa lelah kalian tidak akan pernah tahu karena kalian belum pernah jadi hantu . Kemudian langkahku terhenti disalah satu rumah dan aku menumpang nonton Tv disalah satu rumah pribumi semua beritanya tentang korupsi . hampir setengah jam aku menonton isinya korupsi semua dan sesekali pribumi itu pun membuat argumen-argumen seperti “gantung koruptor , habisi koruptor , koruptor bangsat” memang argumen-argumen itu terkesan sangat ambisius seperti ketika seorang jendral negara ini menyerukan untuk berperang dengan ku . lalu ketika chanel Tvnya di ganti oleh anaknya ke acara joget-joget , dia tertawa awalnya kukira dia ingin menemui koruptor itu dan membunuhnya tapi sehabis itu dia malah ikut joget-joget alangkah ngerinya negeri Hieben ini sifat dan watak berubah dengan cepat sekali . kemudian datanglah seorang wanita yang seperti ibu-ibu .. oh itu ternyata istri si bapak itu kemudian beliau mengganti channel Tv dengan latar perkampungan dengan judul berbau islami yaitu tukang baso naek haji , memang mulia jika ada orang seperti tukang baso itu pergi naik haji walaupun aku bukan orang yang beragama dengan baik . judulnya memang bagus , tapi kulihat ini hanya diperkampungan mana ka’bahnya ? pikirku saat itu . Ahh manusia di negeri ini memang mudah dibodohi . si ibu tetap angkuh ingin mempertahankan tontonannya sementara anaknya merengek ingin menonton acara joget-joget hingga tertidur lelap . Pada akhirnya si ibu dan si anak tertidur tetapi si bapak masih terjaga dan mengganti channel tvnya ke acara yang awalnya ku kira menarik yaitu dua bumi . disitu ada seorang ustad dan presenter ditempat yang gelap-gelap ku kira mereka mau mesum karena memang awalnya mereka Cuma berdua disorot kamera , aku memang sudah semangat tetapi ketika semakin aku tonton tidak ada adegena buka baju , malah kameranmen kesurupan , acara apa ini sebenarnya , mana mungkin sebangsaku mau masuk ke tubuh orang yang seperti ini . sialan ini adalah acara yang membuat teman sebangsaku masuk ketubuh manusia , rasanya seperti bangsa seperti ku dijajah oleh manusia . manusia memang mahluk yang sempurna tapi mereka tidak lagi menjadi mulia bukan tumbuhan lagi yang diganggu tetapi setaan pun diganggu . Ohiya ini hanya terjadi di Hieben negeri jajahanku , bukan di Indonesia . Terima kasih

Sabtu, 08 Februari 2014

Waktu itu hujan turun aku lupa gabawa payung tapi aku inget kalo hujan itu Cuma air jadi aku lawan aja , ngelawannya ngga pake pralatan Cuma pake jurus lari , larinya biasa aja tapi emang dasar hujannya yang nyebelin jadi aja basah . basahnya bukan kaya mimpi jadi ngga seru . sampe rumah ngga ada orang pas ditingali teh imah batur hahaha ... jadi weh lari lagi brarti hujan-hujanan lagi gara-gara si hujan jadi lupa rumah sendiri . Asa ada yang adzan didenge-denge teh liat jam baru jam 5 ini adzan apaan kejadian ini pas masih huhujanan pas pulang sekolah sore-sore abis pura-pura bimbel padahal mah tidur keun baelah si ibuna teunyahoen ieuh . tadi yang adzannya satu sekarang jadi rame-rame biar dapet pahala meren ya kalo adzannya rame-rame . pas liat jam lagi masih jam 5 keneh , anehnya . goblog teunyaho teh jamna rusak kena air hujan ah kudu menta pang meulikeun deui ieu mah . kalo gak pake jam teh asa gapernah liat jam kalo dikelas jadi gak deg-degan nunggu bel pulang tapi meningan nabung ah trus menta nambahan weh ka si bapa keur meuli jam nu anti air . pas sampe dirumah udah magrib ningali jam weh ah jam6 atuh trus kumaha ? nyamandi trus solat deh hehehe ...