Powered By Blogger

Senin, 28 April 2014

Jadi Ikan

Suatu hari aku pernah menjadi ikan yang bisa berenang , yang punya sirip dan tidak pernah haus karena aku hidup diair walau pun airnya asin , kadang-kadang lupa kalau aku ini ikan aku suka loncat ke permukaan untuk sekedar menyapa burung camar di mercusuar yang dijaga pak Danu yang tua karena dia disebut abah , aku tahu karena aku pernah melihat ada seorang anak yang datang dan membawakan makan mungkin makan siang , tapi itu Cuma tebakan saja anak itu membawa sebungkus nasi dan teh manis .
Ih aku bukan mau menjadi kakek-kakek tapi aku mau menjadi ikan  .
Dilaut yang luasnya 2/3 dari daratan dibumi yang belum kupercaya karena aku belum keliling untuk memastikannya , karena saat ini aku adalah seekor ikan lumba-lumba hidung botol aku gak tau kenapa disebut hidung botol padal itu adalah hidung seutuhnya bukan botol , dasar manusia aneh . kenapa aku mau jadi lumba-lumba ? karena mereka bisa sirkus . kalau ikan salmon tidak bisa sisrkus mereka hanya bisa berenang dari laut ke hulu sungai walau pun itu agak tapi aku lebih senang jadi lumba-lumba , selain itu untuk hewan lumba-lumba sering dijadikan bintang film ngga kalah sama Mario Teguh .
Dilaut yang disinari matahari yang begitu percaya sehingga saat ini lautnya lumayan hangat , sehangat kopi walau sejujurnya aku belum pernah minum kopi , ngga minum kopi aja apalagi minum kopi , bagaimana jadinya .aku tingga diperairan kali ini aku tak pamit ibu untuk melakukan petualangan karena ku yakin jika aku bilang , ibu tidak akan mengijinkan apalagi aku belum punya SIM .
Hari itu aku berangkat ketika matahari sedang tegak lurus , aku melakukan perjalanan ke arah utara aku mau tahu bagaimana rasa air laut disana . diperjalanan aku menemui ikan paus yang bessaaaaar sekali aku sempat menyapanya dan ...
“Hai Paus gendut , mau kemana sepertinya kamu terburu-bur”
“aku mau ke undangan sahabat ku , dia menikah hari ini dan aku ketiduran karena semalaman aku tidak tidur , dan aku juga lupa bahwa ikan tidak bisa tidur hahaha”
“ih dasar , makanya jangan gendut-gendut nanti kamu ngga bisa berenang,karena tenggelam”
“heiiiiiii .... aku kan ikan bukan gajah , ya walau berat tubuhku lebih besar dari gajah , tapi aku yakin untuk urusan renang aku lebih hebat dari dia , eh aku buru-buru . sampai berjumpa suatu saat suatu saat lagi”
“yaappp”
Aku melanjutkan perjalanan sudah banyak yang ku temui tapi aku bingung mengapa mereka tidak saling menyapa , alasan pertama mungkin karena mereka tidak berbicara karena aku tidak menghendakinya . atau karena mereka pura-pura diam karena malu bertemu dengan orang asing . jika memang benar ikan seperti itu rasanya aku tidak jadi menjadi ikan , aku lebih senang menjadi perasaanku yang senang karena besok libur


22 April , kamar manis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar