Suatu
hari aku pernah menjadi ikan yang bisa berenang , yang punya sirip dan tidak
pernah haus karena aku hidup diair walau pun airnya asin , kadang-kadang lupa
kalau aku ini ikan aku suka loncat ke permukaan untuk sekedar menyapa burung
camar di mercusuar yang dijaga pak Danu yang tua karena dia disebut abah , aku
tahu karena aku pernah melihat ada seorang anak yang datang dan membawakan
makan mungkin makan siang , tapi itu Cuma tebakan saja anak itu membawa
sebungkus nasi dan teh manis .
Ih
aku bukan mau menjadi kakek-kakek tapi aku mau menjadi ikan .
Dilaut
yang luasnya 2/3 dari daratan dibumi yang belum kupercaya karena aku belum
keliling untuk memastikannya , karena saat ini aku adalah seekor ikan
lumba-lumba hidung botol aku gak tau kenapa disebut hidung botol padal itu
adalah hidung seutuhnya bukan botol , dasar manusia aneh . kenapa aku mau jadi
lumba-lumba ? karena mereka bisa sirkus . kalau ikan salmon tidak bisa sisrkus
mereka hanya bisa berenang dari laut ke hulu sungai walau pun itu agak tapi aku
lebih senang jadi lumba-lumba , selain itu untuk hewan lumba-lumba sering
dijadikan bintang film ngga kalah sama Mario Teguh .
Dilaut
yang disinari matahari yang begitu percaya sehingga saat ini lautnya lumayan
hangat , sehangat kopi walau sejujurnya aku belum pernah minum kopi , ngga
minum kopi aja apalagi minum kopi , bagaimana jadinya .aku tingga diperairan
kali ini aku tak pamit ibu untuk melakukan petualangan karena ku yakin jika aku
bilang , ibu tidak akan mengijinkan apalagi aku belum punya SIM .
Hari
itu aku berangkat ketika matahari sedang tegak lurus , aku melakukan perjalanan
ke arah utara aku mau tahu bagaimana rasa air laut disana . diperjalanan aku
menemui ikan paus yang bessaaaaar sekali aku sempat menyapanya dan ...
“Hai
Paus gendut , mau kemana sepertinya kamu terburu-bur”
“aku
mau ke undangan sahabat ku , dia menikah hari ini dan aku ketiduran karena
semalaman aku tidak tidur , dan aku juga lupa bahwa ikan tidak bisa tidur
hahaha”
“ih
dasar , makanya jangan gendut-gendut nanti kamu ngga bisa berenang,karena
tenggelam”
“heiiiiiii
.... aku kan ikan bukan gajah , ya walau berat tubuhku lebih besar dari gajah ,
tapi aku yakin untuk urusan renang aku lebih hebat dari dia , eh aku buru-buru
. sampai berjumpa suatu saat suatu saat lagi”
“yaappp”
Aku
melanjutkan perjalanan sudah banyak yang ku temui tapi aku bingung mengapa
mereka tidak saling menyapa , alasan pertama mungkin karena mereka tidak
berbicara karena aku tidak menghendakinya . atau karena mereka pura-pura diam
karena malu bertemu dengan orang asing . jika memang benar ikan seperti itu
rasanya aku tidak jadi menjadi ikan , aku lebih senang menjadi perasaanku yang
senang karena besok libur
22
April , kamar manis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar